Type Here to Get Search Results !

Menapaki Takdir dengan Ketekunan

oleh ReO Fiksiwan

„Investasi terbaik yang bisa kamu lakukan adalah investasi pada dirimu sendiri. Semakin banyak kamu belajar, semakin banyak yang akan kamu dapatkan.“ — Warren Buffett(95), dikutip dari Robert L. Bloch(Editor), The Warren Buffett Book of Investing Wisdom(2021).

Hari ini, 9 September 2025, menjadi momen refleksi spiritual bagi Arfan Hani Kurnia, Direktur Operasional PT Tanto Intim Line. Pria kelahiran Padang, Sumatra, yang semasa remaja merantau ke Bandung dan kemudian menuntaskan pendidikan di Fakultas Perikanan Universitas Sam Ratulangi, menapaki perjalanan hidup yang penuh liku namun sarat makna. 

Dari masa muda yang ditempa keras oleh ayah angkatnya, pengusaha kondang mendiang Hi. Bahar, ia belajar bahwa ketekunan adalah kunci untuk menaklukkan takdir.

Setamat kuliah, jalan hidupnya tidak langsung mulus. 

Ia harus melewati fase berdagang cengkih, mengelola koperasi, merambah properti, hingga bergelut dalam bisnis Goro. 

Lebih dari separuh usianya dihabiskan dalam jaringan distribusi barang ritel dan sembako, sebuah dunia yang menuntut disiplin, kejujuran, dan kerja keras. 

Ketika pada 2021 PT Tanto merayakan usia ke-50 sebagai perusahaan pelayaran kontainer, Uda Arfan—begitu ia disapa—ikut merasakan kebanggaan bahwa ketekunan yang ia rawat sejak muda kini berbuah dalam lingkaran bisnis yang lebih luas dan berpengaruh.

Dalam kehidupan pribadi, ia menikahi dr. Vivekinenda Pateda SpA, putri sulung mendiang Prof. Dr. Mansoer Pateda dan Dra. Jenni Pulubuhu MA, pengajar di UNG. 

Dari pernikahan itu lahirlah dua putra: dr. Kevin Kurnia SpA, yang telah memberinya seorang cucu bernama Daryn, serta Vinci Kurnia, alumni universitas di London yang kini merintis bisnis jejaring Pethouse & Clinic di Manado, Bitung, dan Minahasa. 

Lingkaran keluarga besar yang ia masuki pun penuh dengan tokoh berpengaruh: kakak ipar pebisnis energi di Gorontalo dan peternakan Ir. Adhen Pateda MBA, yang menikahi adik ipar seorang menteri di kabinet Merah-Putih(kini, Dr. Waro, pengajar ekonomi bisnis UNJ), serta Aan Pateda SE(alumni Fekon Unsrat) yang merintis bisnis asuransi dan ritel distribusi. 

Kini, bersama istri dan rekanan dokter-dokter spesialis anak, ia menjajaki bisnis kuliner Resto & Caffee La Lücha—yang dalam bahasa Spanyol berarti “Perjuangan”—sebagai simbol bahwa hidup adalah rangkaian usaha tanpa henti.

Refleksi ini menemukan pijakan dalam dua karya besar lintas zaman. 

Pertama, Atomic Habits(2018) karya James Clear(39), yang menekankan bahwa perubahan besar lahir dari kebiasaan kecil yang konsisten. 

Prinsip ini sejalan dengan perjalanan Uda Arfan: dari berdagang cengkih hingga mengelola distribusi sembako, ia membangun kebiasaan disiplin dan ketekunan yang akhirnya menuntunnya ke posisi strategis di PT Tanto. 

Kedua, Kimia Kebahagiaan(Kimya As-Saadah) karya Imam Al-Ghazali(1058–1111), yang mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari akhlak mulia dan keselarasan dengan kehendak Ilahi. 

Dalam konteks bisnis, ajaran ini menjadi fondasi moral: bahwa kesuksesan bukan sekadar laba, melainkan keberkahan yang diraih melalui etos kerja, kejujuran, dan pengabdian pada masyarakat.

Menapaki takdir dengan ketekunan berarti menerima setiap fase hidup sebagai bagian dari rencana yang lebih besar. 

Dari Padang ke Bandung, dari Unsrat ke dunia bisnis, dari distribusi ritel ke pelayaran kontainer, dari keluarga besar ke jejaring usaha lintas sektor, Uda Arfan telah menunjukkan bahwa takdir bukanlah garis lurus yang statis, melainkan jalan berliku yang harus ditempuh dengan sabar, disiplin, dan iman. 

Pada ulang tahunnya hari ini, refleksi ini menjadi pengingat bahwa hidup adalah perjuangan, dan perjuangan itu menemukan maknanya ketika dijalani dengan ketekunan yang berakar pada etos dan akhlak. Barakallahu fii umuriq❤️🤲🏼

#coverlagu: Grup band religi Qhutbus Sakha(Arti: “orang yang paling dermawan“), terbentuk pada 1 Januari 2019 di Cimahi, Jawa Barat. 

Hingga tahun 2025, usia band ini adalah 6 tahun. Mereka merilis album perdana berisi 10 lagu religi berjudul „Seandainya Itu Kamu“ pada tahun yang sama, 2019. Salah satu hitsnya: Barakallah Fil Umrik.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.