Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Perfect Storm? Krisis Ekonomi? Oleh Akhmad Khambali

Akhmad Khambali 

"Yang namanya hidup pasti banyak cobaan, yang namanya banyak cucian ya laundy, bercanda!"_ hehehe.

Demikianlah dalam hidup, kita akan selalu berhadapan dengan orang-orang yang menakut-nakuti kita yang mungkin tujuannya bisa baik dan mungkin juga tidak. 

"Siapa yang mempercayai mereka?" Tentu orang yang tidak berpengalaman, yang punya harta banyak yang takut kehilangan. Dan yang tidak mau kerja dan tak mau berpikir.

Ada pepatah mengatakan, "if you want to, you find the way, if you dont want to, you'll find excuses".

Artinya hanya orang yang mau bergerak yang akan menemukan jalan, sedangkan yang tidak mau menginginkannya akan selalu membuat alasan, merangkai cerita dan mengirimkan pesan negatif alias excuses.

Kehidupan ini sesungguhnya bukanlah kumpulan ramalan perorangan yang berisi khalayan dan ocehan..melainkan akibat perbuatan jutaan manusia yang saling berinteraksi. Ada yang mengambil tindakan dan ada yang bereaksi.

"Semuanya berpulang pada apa yang kita pikirkan dan percayai".

Balik pada judul "Krisis?" Ekonomi adalah refleksi dari sebuah kehidupan karena merupakan kumpulan perilaku-perilaku, akibat dari perbuatan manusia yang membentuk suatu pola. Pola itu bisa bergerak ke atas, ke bawah, bisa juga menukik liar lebih dalam, bahkan bisa bersifat anomali atau membingungkan [vuca]

Semuanya adalah akibat ulah atau perilaku manusia, yang berakibat pada manusia juga. 

Bagaimana sikap atau reaksi kita? Kembali pada bagaimana pikiran kita atau pola pikir [mindset] kita memaknainya. 

Di negeri barat, crisis dimaknai sebagai sebuah titik belok [turning point] atau for better atau justru for worse.


Di China, crisis dimaknai sebagai "Wei ji" yang berarti opportunity atau kesempatan.

Di Indonesia, crisis dijelaskan sebagai situasi yang gawat, genting atau kemelut.

Krisis akan benar-benar membuat para penakut menjadi kecut, di saat media dan sosial media memberitakannya, seperti dollar akan terus naik nyaris 16.000, harga energi dan makanan [bahan pokok] akan terus menanjak. Perdagangan retail makin lesu dan sepi, PHK meningkat, inflasi makin liar. Pokoknya mencekamlah!

Ditambah dalam masa tahun politik ini, banyak pihak yang mencoba menakut-nakuti demi tujuan politik mereka. Menakut-nakuti masyarakat agar selalu kawatir dan tidak bisa keluar dari kesulitan. Weleh weleh.

Tulisan ringan ini sebenarnya ingin mengajak kita semua untuk dapat keluar dari kesulitan.

Untuk kita keluar dan menang. Yang pertama, mari kita punya pola pikir "Wei Ji", bahwa krisis adalah_ kesempatan untuk bangkit dan tumbuh, inilah masanya kita banyak belajar [learn relearn and unlearn]. 

Contoh : bukan untuk mengutuk atau berteriak menyalahkan adanya kompetitor online [ecommerce seperti tiktok shop sebagai social commerce ] tetapi justru harus belajar social commerce. 

Kedua, kita harus percaya pada kekuatan atau kelebihan diri kita sendiri [self confident], lalu beker sama [synergy dan collaboration].

Ketiga, Synergy/Collaboration saling membangun partnership. 

Keempat, sebagai orang yang beriman, kita adalah orang-orang yang percaya kepada pertolongan Allah dan kita percaya Allah turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan. 

*Tetap semangat dan kreatif!

*Ngopi Manfaat

*Akhmad Khambali,SE,MM

*Praktisi Keuangan

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies