Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Mengembalikan Porbi sebagai "Suntiang Niniak Mamak"

Ketua Porbi Padang Pariaman Maymuspi foto bersama usai mengisi kegiatan Podcast Padang Pariaman bicara. (ist)

Padang Pariaman, Sigi24.com--Persatuan Olahraga Buru Babi (Porbi) Kabupaten Padang Pariaman beda dengan Porbi kabupaten dan kota lainnya di Sumbar.

Organisasi adalah "suntianya niniak mamak" yang dipinjamkan ke anak muda.

Tak heran, dalam helat dan berbagai acara Porbi selalu duduk tokoh adat dan niniak mamak. Artinya, buru babi yang digelar Porbi adalah budaya adat yang patut dilestarikan.

Ketua Porbi Padang Pariaman AKBP (Purn) Maymuspi, Selasa (29/8/2023) bicara panjang lebar soal organisasi yang dipimpinnya.

Bicara dalam Podcast Padang Pariaman bicara yang diadakan MCS di Pauh Kambar. Maymuspi didampingi Budayawan Kamal Guci dan Muncak Yudi.

Menurut Maymuspi, Porbi bukan organisasi politik, dan bukan pula organisasi yang berafiliasi dengan partai politik.

"Tetapi orang politik boleh dan banyak dalam Porbi. Malah kita mendorong, setiap Dapil di Padang Pariaman, ada orang Porbi yang mencaleg," kata dia.

Maymuspi menyebutkan, bahwa sebelum Porbi ada, yang namanya berburu babi sudah ada dan berlangsung secara kebersamaan.

"Berburu itu tujuannya, adalah menjalin silaturahmi, membangun rasa gotong royong dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat," katanya.

Lihat saja, katanya, ketika kegiatan buru itu dilakukan, ada panggilan jiwa dari pencandu buru untuk datang.

Begitu juga tuan rumah selalu kompak, ketika helat buru babi digelar. Para bundo kanduang dengan sigapnya menyediakan makanan dan minuman.

"Ini tentunya budaya ada yang patut dilestarikan dengan kekompakan. Sesuai motto Porbi itu, ajing seekor, galah sebatang, rimba setumpak," katanya.

Sementara, Kamal Guci merasa prihatin melihat kondisi perpecahan yang terjadi di tubuh Porbi Padang Pariaman.

"Ini menandakan budaya kita mulai tergerus, dan harus kembalikan lagi pada kekuatan awal, yakni kompak dan bersatu," ulas dia.

Ke lurah sama menurun, ke bukit sama mendaki, tertungkup sama makan tanah, tertilantang sama makan angin. Begitu akrabnya nilai-nilai kebersamaan di kalangan Porbi dulunya. (ad/red)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies