Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Coran di Atas Sungai Batang Kalu, Memperluas Halaman Surau Taluak dan Masjid Raya Ambung Kapur

Masyarakat mencor Sungai Batang Kalu, untuk perluasan halaman Surau Taluak dan Masjid Raya Ambung Kapur. (ist)

Padang Pariaman, Sigi24.com--Semangat membangun dan memperbaharui yang usang, terus terlihat dan diperlihatkan oleh Labai Syafriadi, terhadap Surau Taluak yang dipimpinnya. 

Baru sebulan yang lalu, teras Surau Taluak dipasang keramik, kini Sungai Batang Kalu yang memisahkan antara Surau Taluak dengan Masjid Raya Ambung Kapur pun dicor. 

"Kita tahu dan maklum, ekonomi lagi tak stabil, dana surau pun tidak mencukupi, sehingga kami giat bekerja," tulus Labai Syafriadi di akun pribadinya. 

Menurut dia, dicornya atau dilantainya sungai kecil yang di Nagari Ambung Kapur Sungai Sariak disebut "banda", adalah untuk memperluas halaman surau dan masjid sekalian. 

"Ada 15 meter panjangnya coran atau lantai sungai itu. Dan Alhamdulillah, pekerjaannya sudah hampir selesai," katanya.  

Dengan adanya coran di atas sungai, katanya, otomatis halaman Surau Taluak dan Masjid Raya Ambung Kapur bertambah luas. 

"Boleh dikatakan, tak ada lagi batas halaman antara kedua rumah ibadah tersebut," jelasnya. 

Dengan ini pula, katanya, parkiran kian bertambah. Ketika sedang alek baralek di surau dan masjid, misalnya, tak perlu repot memikirkan parkiran kendaraan. 

Surau Taluak dan Masjid Raya Ambung Kapur kian elok dan rancak, tertata rapi dengan halaman yang tampak luas.

Surau Taluak merupakan surau milik kaum. Kaum Suku Mandailing. Surau-nya besar, bahkan lebih besar dari Masjid Raya Ambung Kapur. 

Surau ini sengaja dibangun jauh dari pemukiman masyarakat. Sebab, orang dulu selalu membangun surau dekat dengan sungai. (ad)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies