Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Geliat UMKM Jagung Rebus Menjadikan Icon Baru Lubuk Alung Oleh Doni Nofriadi

Doni Nofriadi 

Sigi24.com--Jagung manis (Zea mays Kelompok Saccharata) adalah salah satu kelompok budidaya/kelompok kultivar jagung yang cukup penting secara komersial, setelah jagung biasa (juga biasa disebut jagung ladang atau field corn). 

Keistimewaannya adalah kandungan gula (terutama sukrosa) yang tinggi pada waktu di panen. Pemanenan untuk produksi selalu dilakukan pada saat muda (tahap "masak susu", kira-kira 18-22 hari setelah penyerbukan terjadi).

Rasa manis pada waktu panen terjadi karena jagung ini mengalami mutasi pada satu, atau beberapa gen yang mengatur pembentukan rantai polisakarida, sehingga bulir-bulir jagungnya gagal membentuk pati dalam jumlah yang cukup banyak. Akibat kegagalan ini, ketika mengering bulirnya akan mengeriput.

Berbeda dengan jagung ladang, jagung manis biasanya tidak dijual sebagai pakan ternak, melainkan sebagai konsumsi manusia. Pengolahan jagung ini dapat direbus, dibakar, maupun dijadikan bubur. 

Jagung manis dalam klasifikasi perdagangan dikelompokkan sebagai sayur-sayuran meskipun jagung ladang dikelompokkan sebagai palawija. 

Ini disebabkan karena jagung manis dijual segar dan mudah rusak (perishable). Rasa manis tidak bertahan lama (satu sampai empat hari saja) sehingga "masa simpan" menjadi salah satu penentu kualitas yang penting.

Lubuk Alung, satu dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Padang Pariaman, berada di jalan raya Padang - Bukittinggi, banyak ditemui pelaku usaha jagung manis ini.  

Persaingan usaha makanan ini sudah dirasakan masyarakat, terutama para peminat usaha itu. Tingginya persaingan, membuat daerah ini pun terkenal dengan jagung rebusnya.

Rinaldi, salah seorang pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bagus rebus di Lubuk Alung merasakan persaingan usaha ini cukup meningkat juga.

"Ada sekitar 35 UMKM yang fokus dengan penjualan jagung rebus di sepanjang jalan ini," kata dia. 

Semuanya, masih melakukan rebus jagung secara tradisional dan alami. Di masak di lokasi penjualan. Dan konsumen selalu membeli jagung manis yang bagus dan hangat. 

Rinaldi dan pedagang jagung di pinggir jalan raya Padang - Bukittinggi ini mendapatkan bahan baku dari kampung sebelah. Artinya, masih di sekitar Lubuk Alung, dan kecamatan tetangga. 

Namun, belakangan ketersediaan bahan baku, berupa jagung muda ini semakin berkurang, lantaran sebagian petaninya beralih profesi. 

"Yang dulu banyak petani Lubuk Alung ini menanam jagung untuk direbus, sekarang justru beralih ke jagung untuk pakan ternak," cerita Rinaldi. 

Dengan ini pula, sebagian pedagang bagus rebus di sini mencari bahan baku ke luar Lubuk Alung. 

Rata-rata dalam sehari itu, Rinaldi dan pedagang jagung rebus lainnya menghabiskan 50 kilogram jagung. "Kalau Sabtu dan Minggu atau musim liburan, penjualan bisa lebih dari itu," ulas dia.

Dan malah kalau liburan itu, penjualan meningkat drastis. Soal harga jual, sesuai standar dan pasaran. Yang paling besar itu cuma Rp5 ribu satu buahnya. (***)

*Mahasiswa Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Tamansiswa Padang

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Hollywood Movies